sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Senin, 04 Januari 2010
Sesak
Pernahkah anda merasa lelah dengan hidup anda? Naudzubillaahimindzaliik. Saya juga sebenarnya tak ingin merasa seperti itu, seperti tak mensyukuri hidup yang dikaruniakan oleh-Nya kepada kita. Tapi perbolehkan saya kali ini untuk bilang bahwa saya merasa lelah sekali ya Tuhanku....
Hari ini saya mulai kembali menjadi wartawan yang terjun ke lapangan yang sebenarnya. Istilah teman saya, "babat alas". Ya Allah, meski saya terbiasa menjadi commuter dua mingguan ke kampung halaman, tapi tadi saat saya meluncur-- dengan motor sendiri-sendiri-- dengan teman saya ke Pakem, saya merasa sangat lelah. Pagi-pagi sudah meluncur ke utara, dan saya merasa menjadi wartawan yang sangat produktif dengan tiga berita di tangan meski jam baru menunjukkan pukul 11.30 siang.
Hari ini, saya telat makan lagi. Jadi ingat, baru kemarin saya chat dengan humas salah satu PTS, dan beliau bertanya kenapa status saya di facebook belakangan ini sering mengeluh demam, dan lain-lainnya. Saya bilang, mungkin karena hari libur seorang jurnalis juga memang tak pasti. Sering telat makan. Tidur larut malam. Tapi saya pikir, tak hanya "kaum kami" saja. Profesi lainnya pun bisa saja memiliki ritme kerja seperti kami, bahkan mungkin lebih parah daripada kami.
Saya sampai di kantor sekitar jam 14.30, dan entah kenapa ketika saya menyalakan monitor komputer saya hari ini di kantor, saya teringat mimpi saya semalam. Tentang dia. Dan entah kenapa pula selang beberapa menit setelah itu, ada sms masuk ke ponsel saya. Dari dia.
U know, saya merasakan sesak yang tak bisa terungkapkan di dalam dada saya. Sesak, antara senang dan sesak menahan panas di pelupuk mata saya.
Saya agak lega bisa berkata pada dia hari ini, bahwa saya menyimpan rindu yang menyesak di dalam dada saya. Sampai sekarang pun masih sangat menyesak. Tapi saya sungguh tak tahu harus menjawab apa ketika dia bertanya apa yang bisa dia perbuat untuk menghilangkan sesak itu dari dada saya.
Gosh, I miss that guy. So much. And it hurts.
Kalau bisa, saya ingin menguarkan sesak ini di dadanya.