Jumat, 24 April 2009

blankspot....

While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there....
(Avenged Sevenfold)

That ignorance....
That coldness....
That big change....

Dia merasa tersakiti.
Tanpa alasan yang jelas.
Padahal, cukup bagi dia untuk tahu bahwa (seandainya) lelaki itu masih menyimpan dia di hatinya.
No more.


Jumat, 17 April 2009

Hanya butuh alasan...dan penjelasan.

It's over and done,
but the heartache lives on inside....
("Emotion", by Destiny's Child)

Is it really over or not..., saya merasa tak punya cukup nyali untuk mempertanyakannya.
Tapi, sejujurnya saya merasa dia telah menjawab tanpa saya harus bertanya.
Lewat sikap, nada bicara, dan semua hal tak biasa lainnya....

Saya hanya butuh alasan, dan penjelasan.
After all those times....
Setelah sedikit demi sedikit dia memasuki ruang hidup saya, setelah keengganan dan ketakutan itu telah berubah menjadi kenyamanan....
Keingintahuan tentang alasan itu menyakitkan.
Merusak tidur lelap di antara gelap, dan mencerabut semangat di kala giat....

Saya samasekali tak ingin menyalahkan dia, saya, atau keadaan....
Karena sampai detik ini pun saya tak benar-benar tahu apa yang terjadi.

Tak rela rasanya melepas bulir linangan untuk sesuatu yang tak seharusnya saya sesali.
But it hurts me. Really hurts.

Saya-- demi Tuhan-- merindukan pesan singkatnya di pagi buta.
Saya-- demi Tuhan-- merindukan sapaannya di tengah tidup lelap saya.
Hanya itu. Cuma itu.


Kamis, 09 April 2009

Semua Serasa Tak Pernah Ada

Hari ini, seperti kemarin.
Saya mendengar suaranya dari ujung telepon
tanpa kabel penghubung.
Suara yang semakin lama seperti tak pernah kukenal.
Suara yang semakin lama seperti tak pernah menjadi begitu berarti....

Semua serasa tak pernah ada.
Seperti debu yang hilang seketika dihempas udara.

Saya tak pernah benar-benar tahu.
Apakah rasa itu telah terendap.
Atau hanya tertahan.

Saya tak tahu.
Tak pernah tahu,
dan mungkin tak akan pernah bisa tahu.