sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Sabtu, 09 Januari 2010
ingkar janji
Dua malam ini dia mengingkari janji dia sendiri. Dua malam ini pun saya tertidur dalam beberapa kali jeda.
Semalam, dia membuat janji sendiri untuk menelepon saya sekitar pukul 11.30. Saya berusaha mempercayai, meskipun sekarang saya tak lagi berharap besar seperti dulu, bahwa dia pasti akan menepati janji.
Saya setengah menunggu, sampai akhirnya tertidur. Jam 12 malam lebih tujuh menit saya terbangun, tak ada missed-call atau pesan. Lalu saya tertidur lagi. Lalu terbangun lagi sejam kemudian. Tak ada tanda-tanda bahwa dia sudah menghubungi saya. Sampai saya tertidur lagi, lalu bangun menjelang subuh. Dia tetap diam. Entah karena apa. Then I just sent him a message, "Don't ever make any promises if it'll only hurt her".
Saya tidak tahu apa dia mengerti seberapa penting janji dia buat saya. Saya tidak tahu apa dia tahu bahwa saya sangat-amat-kecewa jika janji itu tidak dia tepati. Saya bahkan tidak tahu apa dia tahu seberapa khawatir saya tentang dia, seberapa serius ketika saya bilang saya khawatir.
Saya tidak tahu, apakah sampai saat ini saya masih penting di hati dia.
Hari ini, setelah menyelesaikan pekerjaan, saya berencana pulang ke kampung halaman, dan saya sebenarnya senang. Sungguh saya sebenar-benarnya tak ingin memulai hari dengan kesedihan seperti ini. Tapi saya sedih, tiba-tiba sangat sedih. Maafkan saya, meski saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk tak akan lagi terisak-isak tanpa arti, pagi ini saya tak lagi bisa menahan.
Saya kecewa karena dia tak memberikan alasan apapun. Semudah itu dia membuat janji, dan semudah itu dia tak menepati.
Ketika saya bilang saya mengkhawatirkannya, saya selalu serius. Saya benar-benar khawatir. Seperti kemarin. Saya pun benar-benar lega ketika akhirnya dia bilang dia baik-baik saja, dan menjabarkan apa yang dia lakukan sehari itu sampai dia tak sempat memberi kabar.
For God's sake, I don't wanna be a demanding partner. Saya tak ingin menuntut hal yang berlebihan.