Rabu, 27 Januari 2010

sekedar menelepon

Beberapa kali bunyi dering nada tunggu yang terdengar dari ujung telepon dan tak terjawab tadi pagi membuat saya agak sedih. Saya mencoba meneleponnya tadi pagi, sekedar ingin berbicara satu atau lima menit sebelum kami sama-sama tenggelam dalam rutinitas kami. Ketika saya meletakkan kembali ponsel saya, saya berpikir mungkin dia sudah telanjur sibuk.

Then I said "she tried to call him this morning" lewat pesan singkat. Jawaban dia bisa saya terima, karena saya lupa ini hari Rabu dan he has a thing to do every Wednesday morning. Tapi, saya sedih kenapa dia hanya memberi jawaban singkat, hanya meminta maaf, dan tidak bertanya ada apa sampai saya ingin meneleponnya. Well, saya jadi merasa menjadi pengganggu aktivitas dia hari ini.

Entahlah, saya mungkin yang sedang terlalu melankolis.

Gosh, I miss that guy. Staring at his eyes for a moment, that's enough. Melihatnya masih membiarkan bulu halus di dagu dia yang membuat saya teringat Paul Walker atau George Clooney, sudah cukup.