Me : "Is he jealous?"
Him : "He doesn't know, but he didn't want to disturb her to have a nostalgia"
TEPAT satu minggu ini saya absen mengisi blog saya. Lebih dari satu minggu ini pula dia absen menghubungi saya. Lalu ketika sekitar dua hari yang lalu saya mengirim satu pesan singkat, "Is he ok?"... saya memperoleh penjelasan panjang itu dari dia. Entah, tapi saya menangkap ada nada jealous dari penjelasan dia itu. Dia bilang dia membaca satu postingan di blog saya ini, one post under this post. Yup, soal kembalinya sang cinta pertama saya itu.
U know, ketika saya membaca sms dia, ketika dia bilang dia memang berhenti menghubungi saya setelah membaca postingan di blog saya ini, saya ingin tertawa tapi juga sedikit sedih. Entah kenapa.
Saya tertawa karena geli sekaligus senang dia masih bisa had a jealousy, meskipun entah seberapa besar kadar jealousy itu. Saya juga senang karena dia membahas tentang hal itu, meski tak secara eksplisit bilang bahwa dia jealous. Tapi saya sedih karena saya merasa seminggu ini saya memang agak tak terlalu memikirkan dia, karena memang saya masih tertimbuni sms-sms dari kakak kelas saya itu.
Well, sejujurnya saya juga masih berharap ada satu atau dua sms dia yang menyelip, tapi ternyata dia memutuskan untuk tidak "mengganggu" saya seperti yang dia bilang.
Saya bilang, I miss him. Dan dia pun bilang dia teramat merindukan saya. Entah, serius atau tidak. Tapi ketika saya menunggu, dia tak juga menghubungi saya. Iya, saya menunggu. Tapi entah apa yang dia pikirkan. Well, mungkin dia memang sedang kembali tertimbuni kesibukan dia. Saya harus mengerti.
Tahu bahwa ia tetap sehat dan baik-baik saja, itu sudah sangat cukup bagi saya. Coz I only want to make him always happy and healthy. For God's sake.
Well...saya jadi teramat merindukan dia sekarang.
I feel li'l bit guilty.
Malam ini, saya piket lagi di kantor. Di luar masih hujan pula. Saya jadi berpikir, apa malam ini dia memikirkan saya atau tidak....