Rabu, 25 November 2009

I (do) wanna be with him

I wanna be with you
If only for a night
To be the one whose in your arms
Who holds you tight
I wanna be with you
There`s nothing more to say
There`s nothing else I want more than to feel this way
("I Wanna Be With You"-Mandy Moore)


Buku itu masih ada di dalam tas saya. Lupa. Padahal, saya sudah berniat memberikannya sejak lama. Awalnya, saya juga ingin "agak" berpamitan, tapi saya membatalkannya. Karena saya tak pernah ingin benar-benar merasa saya akan pergi.

Saya senang melihatnya baik-baik saja.
We were breathing with the same air, and sometimes his eyes made me naked. Meskipun kami berada dalam kontrol masing-masing. Untuk tidak bergerak, tidak berucap.

Semalaman dia sibuk menyusun satu rencana. A big plan before my birthday. A really big plan. And frankly speaking, saya menikmati ketika mendengar betapa bersemangatnya dia ketika membicarakan hal itu. Rencana itu indah-- bagi kami--, tapi teramat susah.

Yes, I (do) want that guy. But many things should be considered. Saya tak ingin bilang saya menolaknya, karena I do wanna be with him....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar