Senin, 30 November 2009

disappointed

"Cinta itu indah. Jika memedihkan, berarti itu bukan cinta."
(Mario Teguh, motivator)


SAYA memikirkan terus quotation pak Mario itu setelah menonton Mario Teguh's Golden Ways, Minggu malam. Episode malam itu bertema "Kekasihku, Penyiksaku". Sekilas memang tampak ekstrim, tapi hal yang dibahas lebih luas, bukan hanya tentang KDRT. Banyak hal tentang sebuah hubungan.

Entah apa yang saya rasakan sekarang. Antara pedih, sedih, kecewa, dan tak berdaya. Tapi yang pasti bukan marah. Saya serasa tak punya lagi kekuatan untuk marah. Semua rasa itu melebur dan membuat saya kehilangan banyak energi positif saya malam ini.

Well, tentu saja saya tidak bisa menuntut dia untuk menganggap hari ulang tahun saya adalah hari yang penting juga bagi dia. Jadi, ketika dia lupa-- atau sengaja lupa-- atau mungkin tak punya sekerat waktu untuk memberi ucapan bagi saya, saya harus mengerti.

Ketika sebulan lalu dia bilang mungkin akan berada jauh dari saya ketika saya berulang tahun, dia berjanji akan melempar sebuah pesan ulang tahun dari kejauhan. Saat itu saya hanya bilang, "Jangan pernah berjanji". Janji hanya akan berubah menjadi kekecewaan yang sangat sulit diobati ketika janji itu tak pernah bisa ditepati.

Saya tidak tahu apa yang merasuki hati saya malam ini. Padahal, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk tetap merasa bahagia di tengah teman-teman saya, meski dia tidak ada.