Minggu, 22 November 2009

bad time


Kamis, 19 November 2009, 21.21

Dingin. Hujan terus-terusan mengguyur sejak siang tadi. Entah kenapa jadi makin melankolis malam ini. Sayang, modem saya belum saya isi kartu apapun, jadi belum bisa mulai nge-blog langsung di kos. Facebook dan YM bisa saja lewat ponsel.

Saya sengaja memasukkan beberapa lagu lembut soundtrack "Endless Love"-- salah satu serial Korea yang menurut saya the best dramatic movie I have ever saw-- ke mp3 list saya. Satu mug susu coklat, dan sekaleng Mister Potato ada di samping saya. Dari tadi, sebenarnya saya ingin mulai nulis satu cerita pendek lagi, tapi entah kemana larinya mood saya.

Kemarin malam bahkan worse than tonite. I do felt more melancolic. Sepulang dari kantor menjelang maghrib, sebelum mampir membeli makan malam, saya mampir ke rental vcd dan dvd langganan saya. Keluar dari sana, saya sudah menenteng lima judul film. Hollywood drama movies, mulai dari "The Reader", "Griffin and Phoenix", "Dan in The Real Life", "Once", dan satu film Perancis "Priceless". Makan malam hanya saya sentuh beberapa suap. Hilang selera.

Tema malam ini, melankolisme di antara keripik kentang. Well, ada kekonyolan ketika saya tiba-tiba merasa teramat merindukannya saat saya melihat keripik kentang di kaleng panjang itu.

Well..okay. I confess. I do miss that guy seharian. Bukan tiba-tiba. So I tried not to think about him. Ya dengan menonton film sebanyak itu, mengurung diri di kamar, dan tidak beranjak keluar dengan teman-teman. But, ternyata it was getting worse. I cried so bad. Don't know why... (Hey, did I really never knew the reason why I cried that bad?). Mungkin, karena cerita film yang saya tonton. Beberapa persen mungkin juga karena dia.

God, I do miss that guy!
Saya tak ingin berlebihan menyikapi apa yang saya alami sekarang. Saya toh memang tidak akan pergi jauh. Tapi banyak hal yang membuat saya berat, dan sedih. Semakin berat ketika di "hari-hari terakhir" ini dia tidak ada di "dekat" saya. Saya teramat ingin ia menatap saya dan saya menatap dia, lalu saya bilang bahwa semua ini teramat berat bagi saya. Teramat berat, meskipun mungkin terlihat konyol dan berlebihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar