Senin, 30 November 2009

Selamat Ulang Tahun


Ribuan detik kuhabisi

Jalanan lengang kutentang

Oh, gelapnya, tiada yang buka

Adakah dunia mengerti?


Miliaran panah jarak kita

Tak jua tumbuh sayapku

Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara


Tahanlah, wahai Waktu

Ada "Selamat ulang tahun"

Yang harus tiba tepat waktunya

Untuk dia yang terjaga menantiku

Tengah malamnya lewat sudah

Tiada kejutan tersisa

Aku terlunta, tanpa sarana

Saluran tuk ku bicara


Jangan berjalan, Waktu

Ada "Selamat ulang tahun"

Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku

Mundurlah, wahai Waktu

Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan

Yang harusnya tiba tepat waktunya

Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga

Menantiku


(*"Selamat Ulang Tahun"- Dee)


Hari ini, 27 tahun lalu, saya lahir. Hmm...sebenarnya, nanti malam seharusnya saya baru bisa merayakan ulang tahun, sekitar pukul 23.00, karena pukul segitu saya baru saja lahir di RS Panti Waluyo Purworejo.

Wall di Facebook saya sudah penuh ucapan dari teman-teman. Mulai dari temen SD, SMP, SMA, kuliah, sampai temen-temen wartawan, narasumber, dan lainnya. Terharu. Sejak semalaman juga ada beberapa sms masuk ke ponsel saya. Terharu. Apalagi kalau melihat penuhnya wall FB saya dengan ucapan-ucapan mereka.

Bagaimanapun, ulang tahun saya tahun ini akan saya buat tetap membahagiakan.

Jumat pagi, 27 November, Idul Adha, saya meluncur di antara dinginnya udara usai Subuh. Sendirian. Ternyata nikmat sekali. Sampai di wilayah Kota Wates sekitar jam 05.30, di antara gema takbir, di antara orang-orang yang mulai beranjak ke masjid. Menyenangkan. Kalau biasanya saya meluncur at average speed 80-90 km/hour, pagi itu kecepatan rata-rata saya mungkin hanya around 60-70 km/hour. Pasalnya, di sisi kanan dan kiri jalan banyak orang yang berjalan kaki menuju masjid atau lapangan.
Waktu saya berhenti di lampu merah (entah daerah mana namanya), tiba-tiba ada seorang ibu yang sakit kakinya karena harus berjalan dari rumah ke lapangan, dia meminta tumpangan sampai ke lapangan tempat ia akan shalat Ied. Saya bersyukur, masih diberi kesempatan menolong orang. Sepagi itu pula.

Bagaimanapun, ini hari ulang tahun saya. Saya have fun di kantor. Membawa tiga kotak brownies untuk teman-teman kantor. Lalu kebetulan ada teman-teman yang menambahinya dengan berplastik-plastik gorengan dan berbotol-botol Fanta. Nanti tinggal celebrating dengan teman kos, lalu besok dengan teman lainnya.

Saya harus tetap merasa bahagia.
Meskipun saya tidak tahu dia ada dimana, dan ada apa dengannya. Tak ada pesan, tak ada ucapan. Saya tidak yakin dia lupa. Lupa bahwa hari ini tanggal 30 November.

"I wanna spend the rest of your 25 years old before tomorrow," kata dia setahun lalu, malam menjelang ulang tahun saya. Lalu paginya, dia menjadi orang kedua yang menelepon saya lagi. Tapi tidak tahun ini.

Entah, apa kesalahpahaman itu membuatnya ingin beranjak dari saya.
Kalau bisa saya pasang di sini, saya ingin ia mendengar lagu milik Dee itu. It was so much frustrating to feel that he is so far away from me now...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar