sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Jumat, 25 Desember 2009
mengkhawatirkannya.
Saya melihat namanya online di Yahoo Messenger hari ini, tapi saya tak berani menyapanya. Saya ingin mendinginkan hati saya dulu setelah apa yang terjadi di antara kami. Sampai detik ini pun saya masih menyimpan kuat apa yang kami bangun, meski sepertinya saya harus mulai mengurai tali kuat itu untuk melepaskan diri...bukan melepaskan dia pergi.
Semalam, saya menghabiskan waktu dengan dua sahabat. Makan malam yang sangat terlambat di Waroeng Steak Demangan, lalu berlanjut dengan obrolan di Momento. Sampai tengah malam. Dan di tengah obrolan kami itu, saya memperoleh kabar yang entah harus saya percayai atau tidak, bahwa dia tidak benar-benar baik-baik saja. Meski dia selalu bilang kalau dia sedang tidak baik-baik saja, tapi dia tidak pernah bilang kalau ada sebuah penyakit bernama spesifik yang ia punyai.
Oh Gosh, saya khawatir. Boleh kan saya khawatir? Bahkan, semalam, seporsi chocomelt yang saya pesan pun berubah tak lagi menggiurkan setelah saya mendengar kabar itu.
Saya sedang teramat jauh dari dia untuk sekedar bertanya.
Ya Tuhan, peluk dia dengan perlindungan-Mu agar dia selalu baik-baik saja... Amiin.