("Jika terlalu banyak kenangan, lupakan karena lama-lama itu akan menyiksamu")
Semalam, saya tak ada kerjaan. Hampir tengah malam, saya mulai menyusuri facebook dan tiba-tiba menemukan status yang ditulis salah satu dosen saya. Dosen saya satu ini bisa dibilang agak keranjingan mengganti status di FB. Dan kebetulan semalam status beliau cukup memberi saya inspirasi, atau bahkan pencerahan. Meski beliau tidak akan membaca ini, saya seharusnya meminta izin mengutip kata-kata beliau di sini... :D
("Sedang mengikatkan tali memori kuat-kuat, dengan benang paling bagus, tiang paling kokoh, semangat paling gigih, dan hati paling ikhlas")
Status yang satu ini juga ditulis beliau. Hampir sesuai dengan apa yang tengah saya upayakan sekarang. Hanya saja, saya sedang ingin mengikatkan tali memori bukan untuk meninggalkannya, tapi untuk mempertahankannya.
("Ingin menandai lintasan burung besi terbang menyusur angkasa, bisakah?")
Status ini juga. Saya jadi bermimpi bisa menandai lintasan di angkasa itu bersama orang yang saya inginkan ada sekarang. Kemanapun dia pergi.
("Syukuri apa pun yang bisa kita nikmati, nikmati apa pun yang bisa kita syukuri")
Status yang saya copy ini juga. Cukup meninju ulu hati saya. Apakah saya harus bersyukur juga untuk kesibukan dia dan masalah yang lagi-lagi hinggap di antara kami?
Gosh, I do miss him. Saya juga teramat merindukan waktu-waktu yang sudah kami lewati lebih dari dua kali 365 hari kemarin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar