Kamis, 11 Februari 2010

so much worry


Pagi tadi saya terbangun sekitar pukul 03.00 kurang beberapa menit. Di antara remang lampu kecil di kamar saya, saya mencari-cari hp. Hp simpati saya temukan di bawah selimut, tepat di bawah betis saya. Hp xl saya temukan masih tergeletak manis di meja kecil di samping bed saya. Tak ada missed-call, tak ada pula sms. Saya tak marah, tapi sedih dan khawatir. Karena mata sudah tak bisa terpejam, saya lalu mulai surfing di internet lewat hp, membuka akun facebook saya, dan menulis status "kepikiran, kangen, plus kuatir".

He's not okay. That's why I was so much worried, until now.
Sekitar pukul 05.00 pagi, akhirnya ada sms masuk. Sayangnya, saya sudah telanjur tertidur lagi. Sms itu semakin membuat saya khawatir, karena dia bilang his health is getting worst.

Demi Tuhan, saya selalu serius ketika saya bilang saya mengkhawatirkannya. Saya selalu benar-benar khawatir. Entah dia merasakannya apa tidak. Kondisi seperti ini juga selalu membuat saya tak berdaya karena saya tak bisa berbuat apapun untuk dia, kecuali berdoa agar segala hal buruk segera pergi dari tubuhnya.

Sebenarnya, semalaman saya gelisah. Ingin bercerita sesuatu pada dia, tapi saya harus mengerti kondisi dia yang sedang tidak baik-baik saja. Sekali lagi, saya mendengar hal buruk mengarah pada dia, dan saya ingin bercerita pada dia untuk membantu dia menghindari hal buruk itu. Okay, jujur, beberapa persen dari hal buruk yang saya dengar itu memang membuat saya agak sedikit merasa jealous. But, more than that, saya lebih mengkhawatirkan dia. Saya tak ingin hal buruk itu menyelimuti kehidupan dia tanpa dia sadari.

U know, saya memilih menjalani alur cerita saya dengan dia tanpa tendensi apapun. Saya bahkan samasekali tak pernah berpikir ingin mengambil apapun dari dia, kecuali indahnya rasa yang kami miliki. So, ketika saya mendengar ada orang jahat yang berusaha mengambil sesuatu dari dirinya, saya merasa teramat-sangat khawatir dan tidak terima. Saya memang tak bisa berbuat sesuatu yang riil untuk mencegah banyaknya arus buruk, licik, atau bahkan jahat yang ada di sekeliling dia. Saya hanya bisa berbagi pandangan dan pendapat saja, agar dia bisa menghindari mereka.
Mungkin memang tak akan ada orang yang bisa mengerti apa yang kami rasa dan kami punya. But I do still believe on him.

Ya Tuhan...I do care of him. Tolong hilangkan rasa khawatir saya yang mungkin terlalu berlebihan ini. And please, hug him from all of those bad things. Amin.