sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Sabtu, 13 Februari 2010
mimpi
Saya mimpi aneh sekali semalam. Mimpi yang sangat bodoh!
Setting mimpi itu, u know, it was so ridiculous...di SD saya. Sangat detail. Mulai dari pagar sekolah, kelas 6 di pojok depan di dekat gerbang, hingga kantin favorit saya dulu. Tapi entah apa ceritanya, di mimpi itu saya sudah dewasa, bukan lagi anak SD. Teman-teman yang saya temui pun malah teman-teman SMP, SMA, hingga teman-teman kuliah.
The shocking moment di mimpi saya itu, ceritanya ada teman laki-laki saya yang ingin melakukan "penembakan" layaknya para pejuang cinta di reality show "Katakan Cinta" (yang sekarang sudah tidak tayang lagi). Dia mengumpulkan banyak siswa di luar gerbang untuk "menembak" saya. Sayangnya, tak jelas siapa dia di mimpi saya itu. Di mimpi itu pun saya malah memilih tetap masuk kelas, meski beberapa teman bilang agar saya keluar gerbang.
But the most shocking moment di mimpi saya itu, ada pria yang menjadi guru saya dan bertanya, "Kenapa ada ribut-ribut di luar?". Lalu teman-teman saya menjawab, "Ada yang mau nembak cewek pak". And I just keep silent....
Gosh...! It was him! He became as a teacher in my class!! I don't know how can he entered my dream last nite....
Well, I do, I was thinking about him. Tapi semalam saya memang samasekali tak berharap dia akan menghubungi saya. Meski saya ingin. Dan sampai siang ini saya juga tak berani menanyakan apapun kepada dia. Sometimes I have to control myself not to push him to understand me. Eventhough I miss him.
Sekarang masih hujan deras, padahal saya ingin segera meluncur ke kampung halaman.