sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Rabu, 17 Februari 2010
memompa semangat
Saya piket malam ini. Tukeran dengan salah satu teman. Di luar masih ada sisa-sisa hujan deras sejak petang tadi. Perut sudah terisi, tapi kok jadi terasa lapar lagi.
Sejak pagi tadi saya sangat produktif. Liputan kesana-kemari. Setelah sebelumnya saya berhari-hari sempat agak disorientasi, hari ini semangat saya agak terpompa. Mungkin karena tadi liputan dengan salah satu sahabat lama saya. Teman wartawan Kompas yang jadi tandem saya waktu saya liputan di Bantul sekitar pertengahan 2006 sampai awal 2007. Benar-benar sahabat yang menyenangkan. Liputan dengan laki-laki yang usianya di bawah satu setahun lebih itu memang selalu menggembirakan, ada aja yang bisa bikin kami tertawa.
Saking produktifnya, tadi baru jam 12.00 kami sudah mendapat empat berita. Kami stopped by di SGPC Bu Wiryo di Selokan, sambil makan, ketawa-tawa. Reuni yang menyenangkan, karena sebelumnya dia lama di Kulonprogo. Hari ini pun dia ke Sleman karena menggantikan teman dia yang sedang mengambil cuti. Dari SGPC kami numpang duduk di salah satu gedung FKH dan menelepon narasumber untuk sekedar konfirmasi ulang. Lalu kami ke kantor masing-masing.
Ohya, di SGPC, ketika saya keluar sambil memasukkan selembar seribuan ke depan grup musik yang selalu live performance di sana, tiba-tiba ada laki-laki muda rapi menyenggol tangan saya. Ya Allah, teman saya, mas Isro, humas ANTV. Dia hanya sehari di Jogja entah untuk tugas apa, dan tadi dia bilang, "aku teleponin dari tadi non...". Hahaha....malah met me by chance di sana. Sore tadi setelah sempat delay karena hujan deras akhirnya dia balik ke Jakarta.
Ohya, kemarin malam, waktu saya dan teman kos sedang berkeliling Carrefour Amplaz untuk berbelanja kebutuhan pokok anak kos (haha..), tiba-tiba ada sms masuk. Wartawan lima tahun lebih tua dari saya itu memang akhirnya benar-benar akan dipindahtugaskan ke Balikpapan. Kemarin dia dipulangkan ke Jogja hanya untuk packing barang dan sekedar pulang kampung untuk berpamitan dengan keluarganya di Jatim. Well, for the last time, saya akhirnya mengiyakan ketika dia ingin mengajak saya keluar. Dia jemput saya di kos, lalu kami makan berempat. Akhirnya memang makan berempat dengan dua teman lainnya. Meski berempat, tapi entah kenapa kemarin malam dia sepertinya benar-benar berani terus-terusan mengungkapkan perhatian dia ke saya.
Well, saya sedih, tapi hanya sebagai teman. Saya juga kasih dia kado perpisahan juga sebagai teman, sekaligus permintaan maaf saya, karena saya merasa mungkin sudah bersikap agak jahat ke dia selama ini. And I can saw how sad his eyes when he leave my dorm last nite.
Well, about another guy.
Kemarin, saya sms dia, "Is he ok?". Lalu dia jawab, "He is ok, how ab she?". Lalu saya jawab dan bertanya secara implisit apakah dia sudah membaca semua postingan terbaru di blog saya yang saya tulis selama dia masih ditimbuni kesibukan dia. Tapi sampai detik ini dia tak memberi balasan atau bahkan sedikit kabar.
Gosh...saya harus mengerti. Tak boleh meminta berlebih.
Saya rindu mendengar dia bilang dia rindu pada saya.