Bismillaahirrohmaanirrohiim....
Saya mengemasi masa lalu, dan memulai hari baru hari ini. Dengan niat yang baik, dan --semoga-- diridhoi-Nya.
Hari ini saya resmi resigned dari Harian Pagi Bernas Jogja. Tempat bertumbuhnya saya sebagai jurnalis yang matang (kalau bukan setengah matang).
Tiga tahun menjejaki dunia yang memang telah membuat saya jatuh cinta, dan tempat itu menjadi semacam "kawah Candradimuka" bagi saya dan puluhan eks Bernas lainnya yang kini sudah malang-melintang di berbagai media lain atau bahkan profesi lain. Berat ketika harus meninggalkan brotherhood di sana, itu pula yang membuat saya tak kuasa menahan tangis saat harus berpamitan semalam. But life is about choices...dan saya sudah memutuskan untuk mengambil sebuah pilihan dalam hidup saya.
Belum banyak orang yang saya beri tahu, tapi kabar tentang kepindahan seorang wartawan bisa diibaratkan angin yang bisa tiba-tiba langsung berhembus kencang ke segala penjuru. Well, ini hanya soal tempat, saya masih tetap pribadi yang sama.
Saya mengemasi masa lalu, dan memulai hari baru hari ini. Dengan niat yang baik, dan --semoga-- diridhoi-Nya.
Hari ini saya resmi resigned dari Harian Pagi Bernas Jogja. Tempat bertumbuhnya saya sebagai jurnalis yang matang (kalau bukan setengah matang).
Tiga tahun menjejaki dunia yang memang telah membuat saya jatuh cinta, dan tempat itu menjadi semacam "kawah Candradimuka" bagi saya dan puluhan eks Bernas lainnya yang kini sudah malang-melintang di berbagai media lain atau bahkan profesi lain. Berat ketika harus meninggalkan brotherhood di sana, itu pula yang membuat saya tak kuasa menahan tangis saat harus berpamitan semalam. But life is about choices...dan saya sudah memutuskan untuk mengambil sebuah pilihan dalam hidup saya.
Belum banyak orang yang saya beri tahu, tapi kabar tentang kepindahan seorang wartawan bisa diibaratkan angin yang bisa tiba-tiba langsung berhembus kencang ke segala penjuru. Well, ini hanya soal tempat, saya masih tetap pribadi yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar