Kamis, 06 Agustus 2009

Kalut

Beberapa baris kalimat lewat sms itu sudah saya baca berulangkali. Mungkin puluhan kali sejak sms itu masuk ke ponsel saya kemarin siang. Saya baca berulangkali, hanya untuk menentramkan hati saya dan meyakinkan hati saya bahwa dia baik-baik saja. Paling tidak, ada kabar yang ia kirimkan di tengah kekalutan saya. Ya, saya memang kalut. Sangat kalut, sejak ada kabar itu, dan tak ada yang bisa saya perbuat.

"Gimana non, udah agak tenang?". Sms dari salah satu sahabat-- yang sudah saya anggap seperti abang saya sendiri-- ini masuk ke ponsel saya semalam waktu saya baru mengeluarkan motor ke gerbang kost saya. Iya, dia tahu saya sedang kalut, meskipun saya tak menceritakan apa penyebab pasti kekalutan saya. Saya bersyukur masih punya banyak teman yang selalu peduli dengan kondisi saya.

Semalam, saya mencoba mengalihkan pikiran. Pergi ke bookfair di JEC dengan beberapa teman. Mereka juga tahu saya sedang not in the mood. Kami berkeliling, sampai bookfairnya tutup, dan membawa pulang lebih dari lima buku. Salah satu buku saya beli untuk dia, meski saya tidak tahu kapan bisa saya berikan ke tangannya dengan tangan saya.

Saya hanya berharap dan berdoa-- seperti saya mendoakan orangtua saya, keluarga saya, dan orang-orang yang saya sayangi-- agar Allah mengangkat segala kesulitan dan kesakitan dari tubuh mereka.
Amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar