Senin, 10 Agustus 2009

Lega

Saya lega. Teramat lega.
Mendengar suaranya tadi pagi membuat saya bahkan hampir tak bisa menahan bulir air jatuh dari kelopak mata saya. Kekalutan saya pun mulai terkikis, menjadi rasa syukur yang tak terkira.

Sejak awal, saya sungguh tak ingin mempercayai apa yang saya dengar. Saya percaya, dia kuat. Saya tak ingin berpikir bahwa dia lemah. Tak pernah ingin berpikir seperti itu.

Semalam, saya berdoa, mohon kepada-Nya bahwa akan ada mimpi indah di tidur lelap saya. Lalu terbangun di pagi hari dengan sesuatu yang indah, dan Ia mengabulkannya....

Terima kasih ya Allah, Kau memberiku hal indah sepagi itu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar