Selasa, 17 Maret 2009

Kembali?

Senin (16/3), saya agak siang kembali ke Ngayogyakarta Hadiningrat. Harus mengurus pajak motor kesayangan saya terlebih dahulu di Samsat, at my hometown. Beruntung, redaktur saya yang baik hati berkenan memberi izin.

Sudah siang saat saya beranjak ke Jogja. Sepanjang perjalanan sampai kost, serasa terpanggang matahari. Meskipun tubuh saya sudah berbalut jaket tebal plus jumper penutup kepala plus slayer penutup muka plus kaus tangan, tapi rasanya panasnya matahari menembus semua. Tapi, saya selalu menikmati saat-saat kesendirian saya naik motor seperti itu. Emosi bisa terluapkan sembari menembus angin yang melawan saya.


Penat dan panas di sekujur badan baru saja terguyur air dingin siang itu (saya mandi lagi, red), ketika tiba-tiba ponsel saya berbunyi plus bergetar. Ada telepon yang tak terduga dari seseorang yang saya pikir tak lagi ingin mengingat saya dan tak lagi menganggap saya sebagai orang yang penting untuk ia hubungi.....

"I am still inside...," kata dia.
"Inside what?," tanya saya.
"Inside you," jawab dia.
"Which part of me," tanya saya lagi.
"The deepest part," jawab dia.
"Where?," tanya saya lagi.
"Your heart," jawabnya lagi, softly.

Sebelumnya, dia memang mengirim satu pesan singkat yang agak tak saya pahami. Lalu sempat pula dia menelepon, dua kali, dan tak terangkat.

Saya bingung. Tapi saya -- frankly speaking-- lega.
Tak sekali dua kali saya merasa teramat jauh dari orang itu. Tak sekali dua kali pula saya bahkan mencoba tak lagi mengingatnya. Tapi selalu ada masa dia kembali "ada".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar