sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Selasa, 20 Oktober 2009
her contemplation....
The sky has lost it's color
The sun has turned to grey
At least that's how it feels to me
Whenever you're away
I crawl up in the corner
As I watch the minutes pass
Each one brings me closer to
The time you're comin' back
I can't take the distance
I can't take the miles
I can't take the time until I next see you smile
I can't take the distance
And I'm not ashamed
That with every breath I take I'm callin your name
("The Distance"-Evan and Jaron)
Semalam saya teramat merinduinya. Lalu saya menghabiskan awal fajar bersamanya.
Lelaki itu. Seperti apa ya? Dia tinggi, lebih tinggi beberapa senti dari saya. Mungkin tingginya lebih dari 180 cm. Tak terlalu kurus, tak terlalu berisi. (Hey...sepertinya, setelah mengenal saya, badannya tak sekurus dulu lagi..haha)
Bagi saya, dia smart. Well, beberapa kriteria saya ada pada dia. Dia juga suka sepakbola (hmm...saya selalu memberi poin plus pada orang yang menyukai sepakbola). Dia juga suka membaca dan sangat senang menulis. (Hey...saya jadi ingat buku yang saya beli untuknya belum sempat-sempat saya berikan ke dia...)
So, do you love him, miss?
Well...I don't really know.
Dia tak pernah memberi saya satu atau dua kuncup red rose berbungkus rapi dan berpita. Dia juga tak pernah tiba-tiba mengantar dua box es krim untuk saya. Dia pun tak pernah rela berpanas-panasan ke kantor saya untuk mengantar minuman dingin dan makanan kecil buat saya. Well, tiga contoh itu memang dilakukan some other guys ke saya, bukan dia. But, he had stole my heart. I guess.
Lebih dari dua tahun lalu saya bahkan cenderung takut padanya. Selalu panik ketika namanya muncul di layar telepon seluler saya.
Sekarang, saya malah jadi merindukan kembali momen-momen yang sudah terlewatkan-- yang saat itu belum berarti buat saya. Saat berada di samping dia yang ada di balik kemudi. Atau saat saya menungguinya shalat Dhuhur, duduk beberapa meter di belakang dia. Atau saat-saat lainnya.
So, what do you want, young lady?
Well, I do not know... Should I say that I want him? Haha... May I? Should I say that I want to spend the rest of my life with him? See him everyday. Spending our holiday by walking together along the sea-shore. Or just hugging him in the soft and thick sofa along a Richard Gere's romantic movie? Then sleeping in his big and warm arms? Haha...can I?
Saya tidak mencari apapun. I don't even take anything from him. Saya hanya ingin dia selalu tahu bahwa saya benar-benar kacau ketika dia sakit, bahwa saya benar-benar khawatir saat ada orang yang berprasangka buruk tentangnya, dan bahwa mata saya benar-benar berubah menjadi sembab ketika dia jauh....
I know, someday I have to leave him. Tapi saya ingin saya yang meninggalkan dia, bukan dia yang meninggalkan saya. Bukan...bukan karena saya egois dan egosentris. Tapi karena apa yang akan dia rasa mungkin takkan sesakit yang akan saya rasa....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar