sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Kamis, 01 Oktober 2009
needed him
"Does she need to be with him forever?"
Saya mendapat satu pertanyaan sulit itu hari ini. Tak tahu harus saya jawab apa. Kalau bisa, ingin saya jawab "Yeah, absolutely!". But, then what? Is that means that I'm gonna stay with him for the rest of my life? I mean, can I?
"Rekonsiliasi" -- dari sekian kali rekonsiliasi pascakonflik dulu-dulu-- kali ini pun sudah membuat saya bingung, atau tepatnya sedih, upset.
I don't even know why I could cried that bad. Semalaman kepala saya sampai superpening karena itu. Ajakan teman untuk hangin' out dan singing out loud di Happy Puppy saya tolak. Ada teman yang ingin datang membawakan makanan ke kost juga saya larang. Saya tak ingin mereka melihat muka supersembab saya malam itu.
Saya tak mengerti, even terhadap diri saya sendiri. Keinginan saya terkadang lepas dari tali logika yang seharusnya saya ikat kencang-kencang.
But I do need him. That's why I cried.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar