sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Kamis, 10 September 2009
wanting him
Semalam saya hanya terlelap sekitar satu jam. Satu "perseteruan" yang entah berawal dari mana membuat saya hampir tak tahu harus berbuat apa. Terlalu sensitif, pada waktu yang sangat salah. Mungkin. Tapi belum sempat saya terlelap dan belum kering mata saya, dia kembali menelepon saya. He said to me not to cry, and it was just made me melted.
Saya juga memang tidak paham apa yang terjadi semalam. Tiba-tiba saja sensitif, posesif, dan rasa-rasa lainnya menguar kuat. And it hurts. Saya sangat tahu, dia memiliki segala hal baik dalam kehidupannya, tapi saya benar-benar enggan memikirkan semua itu, atau bahkan mendengarnya bercerita tentang semua itu. I want him, with my own way.
Pagi tadi, ketika dia kembali menyapa dari ujung udara, saya benar-benar ingin menahannya untuk tetap ada bersama saya. Memeluknya dan menghabiskan tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan bahkan abad.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar