"Fall To Pieces"
I looked away
Then I look back at you
You try to say
The things that you can't undo
If I had my way
I'd never get over you
Today's the day
I pray that we make it through
Make it through the fall
Make it through it all
And I don't wanna fall to pieces
I just want to sit and stare at you
I don't want to talk about it
And I don't want a conversation
I just want to cry in front of you
I don't want to talk about it
Cuz I'm in Love With you
Wanna know who you are
Wanna know where to start
I wanna know what this means
Wanna know how you feel
Wanna know what is real
I wanna know everything, everything
I looked away
Then I look back at you
You try to say
The things that you can't undo
If I had my way
I'd never get over you
Today's the day
I pray that we make it through
Make it through the fall
Make it through it all
And I don't wanna fall to pieces
I just want to sit and stare at you
I don't want to talk about it
And I don't want a conversation
I just want to cry in front of you
I don't want to talk about it
Cuz I'm in Love With you
Wanna know who you are
Wanna know where to start
I wanna know what this means
Wanna know how you feel
Wanna know what is real
I wanna know everything, everything
I'm falling into pieces. Saya pecah. Remuk. Berkeping-keping.
Hari ini saya merasa sangat kacau. Makan siang sangat telat, dan tak sampai sepertiga dari makanan itu masuk ke perut saya. Liputan sampai terlalu siang, sampai saya baru datang ke kantor lebih dari pukul 3 sore, terlalu dekat dengan deadline. Saya pun harus menguat-nguatkan diri untuk tak menumpahkan air dari dua mata saya ke atas keyboard komputer di depan saya ini.
It's been 16 days, and I dunno what the reason is. Selama 16 hari itu saya memang tak memperoleh alasan kenapa ia seperti menghilang.
Lalu, hari ini, saya tahu alasannya. Tapi sebenarnya juga tak benar-benar tahu. Satu hal yang saya tahu, he wanna go away from me.
Entah kebetulan atau tidak, kemarin, semalaman saya samasekali tak bisa memejamkan mata, dan malam ini pun sepertinya akan sama.
Saya sakit hati, Ya Tuhan! Entah pada siapa atau pada apa!
Linangan ini terus saja mendesak dan ingin segera mengucur deras, tapi masih saya tahankan.
Saya tahu, saat seperti ini akan datang. Tapi saya belum menginginkannnya sekarang.
We've kept it for two years, and I never asked him for more. Saya sudah sangat memahami, bahwa saya tak pernah bisa menjangkaunya lebih jauh. Saya sudah sangat memahami dimana saya ada, dan dimana dia ada. Saya hanya butuh waktu. Waktu untuk benar-benar terlebih dahulu meninggalkannya.
Dia mengajarkan saya banyak hal, dan dia yang selalu bilang bahwa dia ingin menjaga semuanya. Saya seperti kembali tak mengenalinya lagi sekarang.
Tuhan, saya sakit hati. Saya tak rela.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar