Selasa, 20 Januari 2009

"The Change We Need"

Selasa, 20 Januari 2009 waktu setempat atau Rabu, 21 Januari 2009 pukul 00.05 WIB, Barack Hussein Obama akhirnya resmi dilantik menjadi presiden Amerika Serikat ke-44. Meski agak keteteran waktu ngucapin sumpah, tapi that's ok. Salah satu komentator (hyaaah? emang pertandingan sepakbola?) melihatnya sebagai hal yang wajar. Mr Barry juga manusia, bisa grogi. Apalagi ia harus mengucap sumpah di hadapan sekitar empat ribu warga AS yang memadati area sekitar Capitol Hill, Washington. Mana konon katanya, suhunya dingin banget pula!

Well, semalam kayaknya hampir semua stasiun televisi bikin konsep masing-masing khusus untuk acara inagurasi alias pelantikan mr Barry ini. Seperti pertandingan sepakbola, ada komentator pula yang dihadirkan untuk mengomentari pidato pelantikan mr Barry. Bisa dibilang, hadirnya sosok pria afro-america ini memang membawa banyak ekspektasi. Jadi, pidato pertama dia usai dilantik pun benar-benar sangat ditunggu oleh warga AS dan mungkin masyarakat dunia.
Memang, It's so hard to be Obama. Banyak pe-er yang harus diselesaikan setelah masa kepemimpinan Bush usai.

Saya sendiri tidak begitu bersemangat dan berharap. Tapi semalam saya juga menyempatkan diri menonton live report inagurasi Obama, berpindah-pindah ke berbagai channel, lalu berhenti di salah satu channel yang membiarkan Obama berpidato tanpa gangguan komentar-komentar dari pembawa acara atau komentator di stasiun tv itu.

Hari ini, saya masukkan kata kunci Barack Obama lewat search-engine Google, dan wuiiiing....sederet temuan muncul. Perayaan inagurasi Obama memang heboh di mana-mana. Bahkan, konon, di salah satu hotel mewah di Washington, tamu dijamu dengan biskuit khusus yakni biskuit "Michelle Obama". Konon katanya lagi, biskuit itu dibuat berdasarkan resep yang dikirimkan oleh Mrs Obama itu ke salah satu majalah di Amrik sana. Di Indonesia, perayaan juga dilakukan di berbagai tempat, salah satunya tentu SDN 01 Menteng, bekas sekolah mr Barry.

Hmmm...entah berlebihan atau tidak, yang pasti saya agak miris ketika salah satu stasiun tv yang saya tonton semalam mengontradiksikan gegap-gempita inagurasi Obama di AS dengan kondisi pilu-kelabu di Gaza. Memang miris. Tidak heran kalau warga Palestina pun "biasa-biasa saja" dan tidak terlalu banyak berharap dengan hadirnya presiden baru AS itu.

Di luar itu semua, secara personal saya mengagumi keluarga Obama. As we know, dia punya istri yang cerdas seperti dirinya sendiri. Bu Michelle itu memang tampak cerdas. Gimana engga? Wanita ini lulusan Princeton University dan Harvard Law School man! Selera fashionnya pun yahud, enak banget dilihat meskipun kalau boleh jujur dia tidak begitu cantik. Tapi, dia adalah sosok yang "charming" dengan penampilannya yang elegan dan cerdas. Tadi pagi, salah satu tv swasta menayangkan live report "Neighbourhood Inauguration Ball", salah satu rangkaian perayaan pascainagurasi presiden AS. (Konon, panitia pelantikan presiden 2009 udah menyiapkan 10 acara serupa!) Mr and Mrs Obama berdansa di panggung, dan oh-my-God entah kenapa saya hampir bisa dibilang terpana melihat adegan itu. Kemesraan, caring, tenderness, dan entah apa lagi yang bisa saya tangkap dari kedekatan yang mereka berdua tunjukkan tadi.

Well...finally saya cuma bisa berdoa, Obama bisa memenuhi harapan baik dari banyak pihak. Make a better world, with a peaceful way.... Stop war!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar