Jumat, 02 April 2010

Tanggal Merah yang Tidak Merah


Hari ini tanggal merah, tapi saya juga tetap ke kantor. Libur wartawan memang lain daripada yang lain. Di kantor, mengetik di bawah AC, dan kedinginan.

Ada yang lucu. Sekitar setengah jam yang lalu, Ahmad Dhani datang ke redaksi. Tak ada yang heboh, kecuali salah satu teman saya yang ingin berfoto bersama musisi arogan itu. Frankly speaking, saya suka beberapa lagu karya dia, but I do hate his behaviour. So arrogant. Bertatapan mata dengan dia tadi pun tak membuat saya bisa menemukan sisi yang menarik dari orang itu.

Hari ini saya lebih banyak menghabiskan waktu tertawa-tertiwi dengan beberapa teman kos sebelum berangkat ke kantor sekitar jam 15.30 tadi.

Kemarin, saya juga menghabiskan waktu nonton Percy Jackson and The Olympians di XXI dengan teman saya. Well, fine, saya ngaku, dia sosok baru yang tiba-tiba muncul itu. But, so far, I do have no intention to him. Belum ada lah... Tapi tak ada salahnya memberi kesempatan bagi dia untuk mencoba mendekati saya. U know, ketika kemarin kami makan di Waroeng Steak setelah menemani dia sholat di masjid kampus UGM, saya iseng nanya kenapa dia mau aja repot-repot bawa oleh-oleh untuk ibu saya ketika dia datang ke rumah untuk kedua kalinya. Then he said, "Itu bagian dari amunisi donk,". Hahaha...dia mengakui secara implisit. Dan memang tidak salah. Let see saja. Seberapa kuat dia menghancurkan benteng pertahanan hati saya.

Well, insyaallah Sabtu sore besok saya mudik lagi.
Sore ini tiba-tiba kangen bicara dengan seseorang....