Pernah merasa resah? Tak ada posisi yang nyaman untuk terlelap? Mata berat seolah ada satu setengah liter air yang ingin segera dikucurkan? I do. Kamis, 16 Juli 2009, pukul 23.04 semalam.
Rasanya sangat ingin bertemu seseorang. Lalu membenamkan kepala saya di antara kedua lengannya. But I can't. Untuk sekedar membenamkan keresahan lewat udara pun tak selalu bisa saya lakukan.
*****************
Tiga hari belakangan ini saya memang merasakan fluktuasi mood yang agak ekstrim. PMS juga bukan, karena "jadwal" saya bulan ini sudah selesai seminggu yang lalu. Tapi rasanya selalu ingin siang cepat berganti malam, dan saya bisa membenamkan diri di kamar lalu menutup telinga dengan headset yang meneriakkan puluhan lagu.
Sedang enggan bersosialisasi juga. Semalam sebenarnya saya hampir "terpaksa" mengiyakan ajakan untuk hangin' out dengan teman-teman. Rezeki tak terduga yang saya peroleh dari sebuah kompetisi menulis memang membuat lebih dari sepuluh teman baik berteriak-teriak lewat telepon, sms, dan comment di wall account Facebook saya. Minta traktir, of course..haha. Tentu saya mengiyakan, karena memang sudah tradisi. Sejak masa sekolah hingga kuliah, ada teman ulangtahun atau menang lomba, harus ada traktiran. But, it was cancelled. Mungkin minggu depan, selepas long weekend, karena ada beberapa teman yang minta dipending.
***********
This is a story, about two guys (yang mungkin bikin mood saya kembali fluktuatif).
A guy whom I ever really needed, and another guy whom (maybe) I really need now.....
Selasa malam lalu, entah kenapa Tuhan tiba-tiba memberi saya satu mimpi yang tak terduga. Mimpi tentang satu sosok yang tidak sedang sering saya pikirkan. My really 1st luv when I was a-high-school-student. It was more than eight years ago sejak saya merasa tak perlu memikirkannya lagi, sejak saya juga sudah mulai bisa sibuk dengan orang lain. So, that dream was really shockin' me.
Saya memilih kuliah di Jogja, 50 persen faktor pendukungnya mungkin karena dia. Dia masuk ke D3 FE UGM setahun sebelum saya, coz he's my senior. Dulu saya hampir ingin masuk ke Sastra Inggris Unibraw Malang. Alasan pertama, karena jurusan itu baru dibuka saat itu di Unibraw dan kemungkinan masuk cukup besar, second one was because keluarga pakdhe dari ibu saya tinggal di sana jadi orangtua saya tak terlalu cemas. Tapi akhirnya saya memilih UGM.
And the story goes....
Tahun kedua saya kuliah, dia-- tanpa niat yang mantap-- kembali mencoba SPMB, dan bahkan malah sukses menjebol IESP FE UI. Can u imagine how I felt? Rasanya samasekali tidak rela dia pergi ke Jakarta! Saya masih ingat saat-saat terakhir dia sebelum "kepergiannya", masih saja dia sempat menemani saya belajar di ruang baca Perpus UPT II dari pagi sampai jelang saya masuk ujian, siang harinya.
Jakarta man! Jakarta! Butuh delapan jam naik Fajar Utama atau Senja Utama untuk ke sana. Butuh 45 menit dan biaya yang jauh lebih besar kalau mau naik pesawat! Saya tak bisa selalu bertemu. And it was really hard.
Bulan-bulan pertama dibanjiri dengan sms, telepon, dan e-mail dari keduabelahpihak. Lama-lama, we're bored. Really bored. Bored for trying to "survive". Tired. No strong commitment, as we just no more than about 19 and 18 years old boy and girl. I decided to released all. It takes time, of course. Then I do have some guys after him, but never had a worthed thing from them. Just a few memories, then...it's a wrap! Enough.
Lalu tiba-tiba ada mimpi itu. Mimpi bahwa dia sakit, dan ternyata memang kemarin dia sedang sakit. Sempat kembali terbawa perasaan ketika deretan sms dari dia masuk ke handphone saya. Well, bagaimanapun dia pernah sangat berarti. Lebih berarti dari "kisah-kisah cinta tak karuan" saya setelah ia pergi....
***********
And this is also a story, a story about another guy....
Status saya di Facebook semalam, "sedang teramat ingin kembali memeluk suaranya hingga fajar menjelang...."
Sejumlah comment langsung di wall FB saya maupun lewat sms tengah malam tadi masuk, mengomentari update status saya itu. Bertanya-tanya, siapa. Dan tentu tak saya jawab.
Well, apa yang anda inginkan ketika anda merasa teramat...katakanlah rindu...(waks..saya geli memakai kata ini sebenarnya. Aneh. Berlebihan....). Saya lebih suka kata "missing" atau "longing" di bahasa Inggris, dibandingkan "rindu".
Kembali ke pertanyaan tadi, apa yang anda ingin lakukan? Ketemu kan? Pasti lah! Lalu release your feeling kan? Ya..ya..ya... Tapi itu tidak berlaku bagi saya. Kisah teraneh selama hidup saya yang sudah melewati hitungan seperempat abad. Kisah yang bahkan membungkam mulut saya dan menutup mata dan hati saya (kata beberapa sahabat saya) untuk sosok lain yang menawarkan hati mereka.
Well...life is only once. However, life is so short. Itu alasan saya berada di sini dan masih tetap merasa bahagia dengan kisah teraneh saya kali ini. Menyadur salah satu lagu, if loving and needed him is wrong, I don't wanna be right. Toh, I have no more intentions. I need him, in my own way. That's all.
******************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar