sometimes we should say what we think, what we feel, and what we want....
Minggu, 17 April 2011
Engaged
"I have been engaged". Awalnya saya tak ingin banyak orang tahu status baru saya tersebut. Meskipun sejak awal Januari, tepatnya tanggal 1 Januari 2011 lalu, keluarga pacar saya sudah meminta saya secara resmi di rumah saya. My boyfriend's mom also gave me a gold ring (yang tentunya dibeli oleh pacar saya). Tak ada teman yang saya beri kabar tentang acara kecil itu. Memang, hanya acara keluarga yang diakhiri dengan makan bersama di rumah saya. Teman-teman terdekat pun tak ada yang saya beri tahu. Saya merasa, pertunangan bukanlah hal penting yang patut saya gembar-gemborkan. Saya juga berpikir, kabar pertunangan saya juga tak penting bagi mereka. Tapi nyatanya saya salah. Banyak teman dan sahabat yang setengah marah dan kecewa karena saya tak memberitahukan kabar tersebut pada mereka. "Itu kan kabar bahagia, kenapa gak ngabarin sih??," kata mereka. Saya baru sadar, mereka sangat peduli pada saya. Saya merasa beruntung memiliki mereka sebagai teman-teman saya. Saya juga tidak pernah berpikir akan secepat ini saya memutuskan untuk bertunangan. Satu fase yang insyaallah akan mengarahkan saya ke jenjang hubungan yang lebih tinggi, yakni pernikahan. Dia, pacar saya, saya yakin orang terbaik yang dikirimkan Allah untuk saya. Tanpa ingin menyakiti siapapun yang mungkin tersakiti, saya ingin bilang bahwa saya sudah memilih. Memilih untuk realistis. Bahwa ada cinta yang ditawarkan oleh calon suami saya ini. Cinta yang teramat tulus. Cinta yang REALISTIS. Cintanya pada saya, insyaallah diridhoi Allah dan semua orang. Saya tidak ingin menyesali cerita-cerita lama yang telah ada dalam kehidupan saya. Saya juga tak ingin menghindari sosok-sosok yang pernah ada dalam kehidupan saya. Tapi saat ini saya sudah memilih. Memilih dia.