Selasa, 09 Maret 2010

who really loves me?





Sudah lewat sepuluh menit dari jam setengah enam sore. Saya sudah menyelesaikan beberapa tulisan, tapi tak bisa beranjak keluar kantor. Di luar, hujan deras dan angin yang cukup kencang cukup membuat saya ngeri untuk keluar dari ruangan ini.

AC masih berhembus kencang di ruangan ini. Bahkan sampai saya dan salah satu teman kantor saya harus memakai jumper kami untuk menahan dingin. Damn...remote ACnya entah disembunyikan dimana. Saya harus agak menahan sakit di perut saya. Hari pertama mens. Cukup membuat duduk saya tak nyaman. Sakitnya tak seberapa, tapi cukup membuat saya menderita juga.

Saya bersyukur dia sudah baik-baik saja. Ya, now I wanna told u all about him. Cinta pertama saya yang baru seminggu yang lalu saya temui di Jakarta. Kemarin malam dia bilang kembali tepar karena radang tenggorokan yang membuat dia demam dan tak masuk kantor. Today, dia bilang dia sudah baik-baik saja karena dokter sudah memberinya obat yang mujarab. Gara-gara menu di Hoka-Hoka Bento yang mengandung udang, dia pun alergi dan terkena radang di tenggorokannnya. Thanks God, he is fine.

Well, sebenarnya saya juga tak memahami secara persis apa rencana Tuhan untuk hidup saya. Dalam waktu sesingkat ini saya kembali menemukan apa yang sempat hilang di antara kami. Saya juga belum tahu secara pasti, siapa yang benar-benar ada buat saya selama ini.
Saat dia (another guy that I always talked about in this blog) tengah sibuk dengan hari-harinya dan bahkan
seperti melupakan saya, dia (sang cinta pertama saya) kembali ada untuk saya. Meskipun dari kejauhan.
So, theme for today is....who really loves you?
Saya merasa, cuti beberapa hari yang saya habiskan di Depok, Jawa Barat dan Jakarta bersama dia dan teman-teman saya di sana cukup membuat saya sadar bahwa sebenarnya rasa itu masih ada. Rasa itu mungkin hanya sempat tertimbun oleh jarak dan waktu yang membuat kami terpisah. Ah...entahlah...saya tak ingin banyak bercerita di sini. Bingung bagaimana menjelaskannya.
Hari ini pun saya baru tahu bahwa dia--yang sudah seperti ingin menjauh dari saya-- memang tengah pergi jauh. Biarkan saja. Saya tak punya cukup hak untuk memintanya selalu memberitahu saya apapun yang ia lakukan.
Walaupun saya juga sudah pernah bilang, mereka berdua sama pentingnya bagi saya, dan mereka memiliki posisi masing-masing di hati saya. But, I have to find who really loves me, right...?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar